Monday, July 4, 2016

SYUKUR DENGAN KEHIDUPAN

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berkelah di tepi sungai. Si ayah kemudian mengambil bekal air dan meminumnya.

"Segar betul air ni..", si ayah berkata kepada anaknya.

“Air ini ciptaan Allah yang luar biasa, ia boleh menghilangkan dahaga dan menambahkan tenaga. Air adalah sumber kehidupan makhluk yg hidup di muka bumi ini, tanpa air semua makhluk hidup akan mati.”

Pada saat yang sama, seekor ikan mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ia menjadi gelisah dan ingin tahu apakah yang dikatakan air itu, yang kedengarannya segar, ciptaan Allah yang luar biasa, dapat menghilangkan dahaga dan menambah tenaga, dan sumber kehidupan makhluk hidup, serta tanpa air semua makhluk hidup akan mati.

Ikan itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hei, tahukah kamu di manakah air ? Aku telah mendengar perbualan manusia yang luar biasa tentang air.”

Ternyata semua ikan tidak mengetahui di mana air itu, si ikan semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air dan bertemu dengan temannya Si Katak.

Si Ikan bertanyakan hal yg sama kepada Si Katak, “Katak, tahukah kamu di manakah air ?”

Katak pun tertawa dan menjawab , “Tak usah gelisah temanku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu tidak menyedari kehadirannya. Memang benar, air itu luar biasa, sumber kehidupan dan tanpa air kita akan mati. Tetapi untuk mengetahuinya mari ikut aku..", Si katak melompat ke atas daun teratai diikuti oleh ikan.

"Hap...hap...hap aku disini tidak boleh bernafas..", kata ikan, dan ikan pun melompat kembali ke dalam air sungai. Akhirnya ikan tersebut memahami apa itu air, dan air itu memang luar biasa dan sumber kpd kehidupannya.
________________
Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan, mencari ke sana ke mari tentang kehidupan dan kebahagiaan, walhal dia sedang menjalaninya dan menyelaminya, bahkan kebahagiaan sedang mengelilinginya sehingga dia sendiri tidak menyedarinya.

Nikmat Allah itu seperti air di sekeliling ikan, sangat banyak meliputi kehidupan kita, sehingga kita terkadang tak sedar bahawa semuanya adalah nikmatNya. Kita mengeluh mendapat musibah, padahal kita tidak pernah bersyukur atas nikmat yang tak terhingga.
Kita merasakan nikmat sihat bila kita sakit,
Kita merasakan nikmat kaya, setelah kita jatuh miskin,
Kita merasakan nikmat kasih sayang setelah orang yg dekat dgn kita tiada,
Seperti ikan merasakan nikmat air ketika dia di daratan.

Firman Allah : “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nkmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” ( Ibrahim, ayat 34)

Ramadhan 29 

Sumber : Edaran whatsapp

Friday, April 1, 2016

KISAH SAYYIDATINA FATIMAH AZ-ZAHRA - SIRI 2

SIRI 2: FATHIMAH AZ-ZAHRA

Kehidupan Sayyidatuna Fathimah ra di rumah suaminya.

Sayyidina Ali Kw adalah seorang faqir yang tidak memiliki apa-apa. Kehidupan dirinya bersama Sayyidatuna Fathimah ra dalam keadaan serba sulit. Keadaan tubuh Sayyidatuna Fathimah yang lemah akibat penderitaan beliau yang pernah dialami ketika terjadi pemblokadean kaum muslimin dibukit berupa kelaparan dan embargo ekonomi. Dan setelah bebas dari pemblokadean, Sayyidatuna fathimah menanggung penderitaan dan kepayahan hidup serta ikut bersama Nabi saw, menanggung perlakuan jahat orang-orang kafir Quraisy. Beliau hijrah ke kota Madinah dalam keadaan kedua kaki berdarah dan tinggal di rumah suaminya Sayyidina Ali kw yang alim dan wara’, seorang mujtahid yang dalam keterpaksaannya ia tidak pernah dapat menjamin untuk bisa makan pagi atau sore, maka Sayyidatuna Fathimah pun mengikuti suaminya dengan rela sepenuhnya.
Sayyidina Ali kw selalu membantu pekerjaan istrinya semampunya, karena beliau tidak mampu membayar seorang pelayan yang dapat membantu tugas istrinya. Diriwayatkan dari Sayyidina Ali kw, bahwa beliau pernah berkata kepada Ibnu Ummi Abd :

“Maukah Kuceritakan kepadamu tentang diriku bersama putri Rasulullah saw, ia adalah keluarga Rasulullah saw yang amat beliau cintai. Suatu hari ia pernah berada disampingku, lalu ia menggiling dengan alat penggiling sampai alat itu menimbulkan bekas ditangannya. Ia juga mengambil air dengan geriba sampai alat itupun membekas pada lehernya. Ia juga menyapu rumah sehingga pakaiannya penuh dengan debu. Ia pun memasak dengan periuk sehingga pakaiannya menjadi sangat kotor.”

Diriwayatkan dari Sayyidatuna Fathimah ra, bahwa beliau berkata :

“Sungguh kedua tangan saya menjadi tebal dan kasar karena alat penggiling, kadangkala aku membuat tepung dan kadangkala aku membuat adonan.” (HR. Ad Daulabi, Ahmad dan Turmudzi )

Suatu ketika kaum muslimin menang dalam peperangan dan berhasil menawan beberapa tawanan wanita; saat itu Sayyidina Ali kw berkata kepada Sayyidatuna Fathimah :

“Pergilah dan mintalah seorang tawanan wanita yang dapat menolong pekerjaanmu dan saya kira Nabi saw tidak akan menolak permintaanmu karena kedudukanmu yang dekat dengan beliau.”

Maka Sayyidatuna Fathimah ra mematuhi perintah suaminya dan berangkat ke tempat Nabi saw. Maka Nabi saw bertanya kepadanya :
“Ada apa wahai putriku?”
Sayyidatuna Fathimah menjawab :
“Saya hanya datang untuk mengucapkan selamat kepada ayah.”
Beliau malu untuk meminta sesuatu dari ayahnya sendiri; lalu beliau kembali ke rumahnya. Ketika Sayyidina Ali kw mengetahui keadaan ini, maka beliau mengantar Sayyidatuna Fathimah pergi ke tempat Nabi saw dan mengutarakan niatnya untuk meminta seorang tawanan wanita yang dapat membantu pekerjaan Sayyidatuna Fathimah di rumah, karena ia kelihatan tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya sendirian. Maka Rasulullah saw menjawab :

“Tidak, Demi Allah aku tidak akan memberi kalian, sementara aku membiarkan Ahlus Shuffah ( orang-orang fakir yang tinggal diserambi masjid ) dalam keadaan perut mereka terlipat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang akan kubelanjakan untuk mereka, tapi akan menjual para tawanan itu lalu akan kubelanjakan hasilnya untuk Ahlus Shuffah.”

Dalam riwayat lain dari sanad Abi Umamah dari Sayyidina Ali kw, bahwasanya Rasulullah bersabda :

“Bersabarlah engkau wahai Fathimah! Sesungguhnya wanita yang paling baik adalah yang bisa memberi manfaat bagi keluarganya.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda :

“Maukah kalian kuberitahu mengenai sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang telah kalian minta kepadaku? Ada beberapa kalimat yang diajarkan kepadaku oleh Jibril yaitu setiap selesai menjalankan sholat, hendaklah kalian membaca tasbih 10x, membaca tahmid 10x serta membaca takbir 10x. dan ketika kalian beranjak ketempat tidur, maka hendaklah kalian membaca tasbih 33x, membaca tahmid 33x serta membaca takbir 33x.
(HR. Bukhari, Muslim, Turmudzi, Nasa’i, Ahmad, Ad Darimi dan Abu Nua’im).

-Copy paste-

Bersambung...

KISAH SAYYIDATINA FATIMAH AZ-ZAHRA - SIRI 1

Sumber : Google
Foto : Google

SIRI 1: FATIMAH AZ-ZAHRA

Manaqib Sayidah Fatimah az-Zahra al-Batul binti Muhammad SAW
Fatimah binti Muhammad (606/614 - 632) atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra (Fatimah yang selalu berseri) (Bahasa Arab: فاطمة الزهراء ) putri bungsu Nabi Muhammad SAW dari perkawinannya dengan istri pertamanya, Khadijah.

Kelahiran & Kematian

Fatimah dilahirkan pada hari Jumat, 20 Jumadil akhir di Mekkah, tahun kelima setelah kerasulan Nabi Muhammad[1], atau sekitar tahun 614 M (menurut tradisi Syi'ah) atau tahun 606 M (menurut Sunni). Tempat beliau dilahirkan ialah di rumah ayah dan ibunya.

Beliau.rha wafat pada tahun ke-11 Hijriyah, enam bulan setelah wafatnya Rasulullah[2], dan dimakamkan secara rahasia di Pemakaman Baqi', Madinah.Pernikahan
Ketika usianya beranjak dewasa, Fatimah Az-Zahra dipersunting oleh salah satu sahabat sekaligus orang kepercayaan Rasulullah, Ali bin Abi Thalib.

Fatimah Az-Zahra tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak hanya merupakan putri dari Rasulullah, namun juga mampu menjadi salah satu orang kepercayaan ayahnya pada masa Beliau. Fatimah Az-Zahra memiliki kepribadian yang sabar,dan penyayang karena itu Fatimah Az-Zahra lebih dikenal daripada putri-putri Rasulullah yang lainnya. Rasullullah sering sekali menyebutkan nama Fatimah sebagai contoh dalam setiap ceramah Beliau, salah satunya adalah ketika Rasulullah pernah berkata " Apabila Fatimah Az-Zahra mencuri, niscaya akan kupotong tangannya dengan tanganku sendiri".

Fatimah al-Zahra.rha (Sahih Bukhari, Juz 5, hadisth 368, dan 546) adalah puteri kepada Rasulullah s.a.w. Ibunya Khadijah iaitu isteri Rasulullah s.a.w yang pertama dan amat dikasihinya. Tentang bundanya Khadijah, Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud: "Empat wanita yang terbaik ialah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiah binti Muzahim isteri kepda Firaun." [Muhibuddin al-Tabari, Dhakha'ir al-Uqba fi Manaqib Dhawi al-Qurba, hl. 42; Al-Hakim alam al-Mustadrak, Juz 3, hlm. 157].

Sayyidah Fathimah.rha mempunyai nama-nama timangan seperti Ummal Hasan, Ummal Husayn, Ummal Muhsin, Ummal A'immah dan Umma Abiha.
Rasulullah s.a.w menggelarkannya Fathimah as sebagai "Ummu Abiha" bermaksud ibu kepada ayahnya. Ini kerana Fathimah as sentiasa mengambil berat tentang ayahandanya yang dikasihi itu. Selain daripada itu gelaran-gelaran lain ialah Zahra, Batul, Siddiqah Kubra, Mubarakah, Adhra, Tahirah, dan Sayyidah al-Nisa.

Fatimah dilahirkan pada 20 Jamadil Akhir di Mekah iaitu pada Hari Juma'at, tahun kelima selepas kerasulan Nabi Muhammad s.a.w. Tempat beliau dilahirkan ialah di rumah ayahanda dan ibundanya iaitu Rasulullah s.a.w dan Khadijah ak-Kubra. Beliau AH wafat pada tahun ke-11 hijrah iaitu selepas enam bulan kewafatan ayahandanya Rasulullah s.a.w [al- Bukhari, Sahih, Juz 5, Hadisth 546]

Mengapa diberikan Nama Fatimah? Menurut Imam Ali al-Ridha .ra nama "Fatimah" diberikan oleh Rasulullah s.a.w Fathimah as dan para pengikutnya terpelihara dari api neraka. Imam Ja'far al-Sadiq .ra berkata: " Rasulullah s.a.w bersabda kepada Ali .kwj: Tahukah kamu nama mengapa nama Fatimah diberikan kepadanya? Ali menjawab: Mengapa dia diberikan nama itu? Dia (Rasulullah s.a.w) bersabda: Kerana dia dan golongannya akan diperlihara dari api neraka."

Ketika masih berumur dua tahun Fathimah as turut bersama-sama ayahanda dan bondanya di perkampungan Shi'bi Abi Talib kerana di boikot oleh masyarakat Mekah. Kemudian pada tahun ke sepuluh kerasulan, bundanya Khadijah pula meninggal dunia. Peristiwa ini menjadikan Fatimah banyak bergantung hidup kepada ayahandanya Muhammad Rasulullah s.a.w.

Dalam peristiwa hijrah ke Madinah, Fathimah as bersama-sama dengan rombongannya iaitu Fatimah binti Asad bin Hashim iaitu ibu kepada Imam Ali .kwj, Fatimah binti al-Zubair bin Abdul Muttalib,Fatimah binti Hamzah, dan juga Ayman dan Abu Waqid al-Laithi berhijrah ke Madinah. Rasulullah s.a.w telah sampai dahulu di Quba, Madinah. Sebelum meninggalkan Mekah Rasulullah s.a.w telah mengarahkan Ali bin Abi Talib supaya menyusul bersama keluarganya kemudian. Justeru, rombongan hijrah tersebut diketuai oleh Ali bin Abi Talib.kwj.

Sayyidina Ali bin Abu Thalib meminang Sayyidatuna Fathimah ra.

Diriwayatkan dari Abdillah bin Buraidah dari ayahnya bahwa ia pernah berkata : Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar pernah meminang Sayyidatuna Fathimah, maka Rasulullah saw bersabda :”Sesungguhnya ia masih kecil”. Kemudian Sayyidina Ali ra meminangnya, maka Rasulllah saw menikahkan Sayyidatuna Fathimah dengannya. Diriwayatkan dari Imam Thabroni bahwa Rasullah bersabda :

إنّ اللّه تعالى أمرني أن أزوّج فاطمة من عليّ. ( رواه الطبراني )
“Sesungguhnya Allah swt telah memerintahkan kepadaku agar menikahkan Fathimah dengan Ali”.
Sayyidina Ali telah menyiapkan sebuah rumah sebagai tempat untuk menyambut calon istrinya. Putra-putri Bani Abdul Muthallib sangat merasa gembira sekali sebagaimana kebahagiaan itu meliputi para sahabat Anshar dan Muhajirin.
Telah diriwayatkan dari Atho’ bin As Sa’ib dari ayahnya dari Sayyidina Ali ra, bahwa beliau berkata :

“Rasulullah saw telah memberi perlengkapan kepada Fathimah berupa khomil ( kain beludru yang terbuat dari kapas ), geriba ( tempat minum dari kulit ) dan bantal yang berisi rumput idzkir ( sejenis rumput yang basah dan berbau harum ).

Dalam riwayat lain dari Sayyidina Ali ra, bahwasanya ketika Rasulullah saw mengawinkan dirinya dengan Sayyidatuna Fathimah, maka beliau membekali Sayyidatuna dengan Khomilah ( kain beludru ), bantal yang berisi sabut, dua alat penggiling, siqo’ ( wadah air dari kulit ) dan dua tempayan air.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa beliau berkata:
“Ketika Rasulullah saw, menikahkan Sayyidatuna Fathimah dengan Sayyidina Ali, maka sesuatu yang dihadiahkan Rasulullah kepada Fathiimah adalah ranjang tempat tidur yang diikat dengan tali yang terbuat dari daun kurma dan bantal yang berisi sabut, serta geriba.
Ibnu Abbas berkata lagi : “Orang-orang datang membawa kerikil pasir, kemudian mereka letakkan merata di dalam rumah pengantin ( Hadits ).
Demikianlan pernikahan berlangsung dengan biaya relative sedikit serta ongkos yang amat murah, dan terlaksana dengan penuh keramahan, kemudahan serta penuh kebaikan.

Bersambung...
-Copy paste-

Monday, March 28, 2016

TARBIYAH HATI INI

💖
Saya pernah mendengar ceramah agama, ustaz ini berkongsi pengalamannya mengamit budaya ibu bapa kini. Katanya, gaya hidup moden yang mengejar masa, mencari wang dan kemewahan membuatkan anak-anak tandus kasih sayang. Bukan itu sahaja, malah tanpa disedari ia menjadikan seseorang itu 'kejam'.
Lihat sahaja waktu pagi, saat menghantar anak-anak ke nurseri atau rumah pengasuh. Kebanyakan ibu bapa menggesa anak agar cepat kerana mahu mengejar masa dan mengelakkan terperangkap dalam kesesakan lalu lintas.
Sudahlah kita meninggalkan anak pada orang, kita tidak peka perasaan si kecil terluka. Anak kecil tidak pandai meluahkan rasa sedih, hanya riak wajah menjadi saksi betapa mereka terluka.
Begitu juga ketika kita menghantar anak ke sekolah, kita gesa agar cepat turun dari kereta. Mengapa kita begitu 'kejam' melayan darah daging kita sendiri? Mereka ada hak ke atas kita, mereka anak-anak kita. Zuriat kita, pewaris kita. Sedarlah! Jangan terus-terusan membuat kesilapan sama berulang kali.
Peluklah anak saat kita meninggalkan dia di rumah pengasuh atau sekolah. Ucapkan kata-kata yang baik, tiupkan semangat agar anak rajin belajar. Cium pipinya dengan penuh kasih sayang. Pelukan dan ciuman ini menjadi pemangkin semangat agar anak rajin belajar. Cium pipinya dengan penuh kasih sayan. Pelukan dan ciuman ini menjadi pemangkin semangat kepada anak-anak.
Mereka tahu ibu dan ayah terpaksa meninggalkan mereka untuk mencari rezeki. Sekurang-kurangnya sepanjang perpisahan sementara, kita sudah ulit mereka dengan kenangan indah. Kita tinggalkan bekalan ciuman hangat dan pelukan erat.
Ramai pakar motivasi mengatakan anak-anak yang sering dipeluk oleh ibu dan ayah menjadi insan cemerlang. Mereka sentiasa bersemangat, ceria dan menjadi insan penyayang. Jadi mulai hari ini, peluklah anak. Ciumlah mereka, lihat reaksi anak kita perlakukan mereka begitu. Mereka kelihatan gembira. Semoga tip ringkas ini menjadi titik permulaan untuk kita sama-sama perbaiki kelemahan diri dan eratkan hubungan kekeluargaan.
"Kasih sayang seperti baja yang menjadikan pokok subur dan berbunga cantik".
 Copy&Paste : ~Intan Rohaizat

Saturday, March 26, 2016

TIPS MENGAJAR ANAK UNTUK BERCERITA



Cara mengajar anak untuk bercerita merupakan kaedah yang sangat baiki ampuh dalam meningkatkan kemampuan anak untuk menangkap mesej atau pelajaran dari sebuah kisah atau sesuatu. Tips yang ingin dikongsikan ini untuk mengajar anak dalam bercerita memang perlu kita ketahui agar kita mampu membuat anak-anak kita menjadi anak-anak yang aktif dan ceria. Perkara ini memang sangat bagus bagi anak kita kerana biasanya anak-anak akan mudah menyerap suatu mesej atau pelajajaran dari sebuah cerita atau dongeng.
Mengajar anak untuk bercerita banyak manfaatnya iaitu membantu menambahkan kosakata anak, membuat anak selalu mudah mengungkapkan pendapatnya, anak lebih mudah menceritakan masalah yang ia hadapi baik di sekolah dengan rakan-rakan sekolah atau masalah di rumah. Hal ini tentu akan menguntungkan bagi kita kerana kita akan lebih mengenal anak kita sendiri. Sekarang di zaman modern ini banyak ibu bapa tidak mengenali anaknya sendiri maksudnya bukan secara lahir tetapi secara batin apa keinginan si anak kadang orang tua tidak paham. Hal ini disebabkan ibu bapa terlalu sibuk bekerja dan anak juga jarang mau bercerita dengan orang tua karena ketidakdekatan hubungan emosional antara anak dan kedua ibu dan bapanya.

Bercerita-cerita dengan anak-anak

Ada beberapa cara mengajar anak-anak untuk bercerita di rumah :
1. Sebagai ibu bapa kita cuba rutin menceritakan suatu kejadian yang luar biasa kepada anak. Contohnya anda seorang muslim ceritakan kisah sahabat nabi dan orang soleh lainnya. Sehingga akan tertanam di memori anak kisah tauladan yang menginspirasi hidupnya.
2. Berikan kesempatan pada anak untuk bercerita tentang pengalamannya hari ini di sekolah. Ceritakan kejadian apa baik itu menyenangkan atau menyedihkan bagi anak.
3. Luangkan masa mendengarkan cerita si anak dengan serius itu memperlihatkan kita benar-benar memperhatikannya dan merasa empati padanya. Saat dia menceritakan masalahnya, kita berkomunikasi dengan anak dengan memberi nasihat bijak untuk menyelesaikan masalah si anak atau saat ia menceritakan kebahagiaannya di sekolah maka tunjukan bahwa kita juga ikut merasa senang.
4. Jangan memotong cerita anak saat ia sedang bercerita sesuatu.
5. Hindari mendongengkan sesuatu yang tidak baik seperti si kancil yang licik dll karena nilai yang tertanam dari sebuah cerita atau dongeng akan melekat kuat di memori anak kita.
6. Sentiasa beri motivasi kepada anak kita agar mau mengarang sebuah cerita dan menceritakannya pada anda.
7. Ibu bapa turut sama-sama menyertai anak-anak dalam melakukan aktiviti di rumah. Itu juga merupakan terapi kerehatan bagi ibu dan bapa.
Belajar dari teladan yang diajarkan Sayyiduna Rasulullah SAW. Dekati anak-anakmu mengikut umurnya. Jadi sahabat yang baik kepada anak-anak.
Moga-moga Allah swt memandang usaha kita ini sebagai asbab dalam kita mendidik anak menjadi seorang penyambung sunnah baginda SAW.
<<KD SPEECHLESS SCENT TERAPI UNTUK SEISI KELUARGA>>>
==>>SAYA DAH TAK GARANG DAN PANAS HATI SEJAK GUNAKAN KD!!!<<==
"Alhamdulillah.Masih istiqamah dengan KD. Yang bestnya saya dapat rasa perubahan pada diri sendiri. Saya memang seorang ibu yang GARANG.
Alhamdulillah dengan izin Allah lepas selalu pakai KD saya dah TAK GARANG dan PANAS HATI dengan kelakuan anak-anak. Buat perangai macam mana pun, saya boleh kawal emosi. Badan pun tak rasa letih."
-Puan Rose-
"Saya merupakan pengguna KD.
Setiap hari saya gunakan KD buat diri sendiri dan anak-anak, suami (kadang2). Merupakan seorang ibu yang bekerja dan menguruskan anak2 sangat memberi TEKANAN. Namun sejak gunakan KD, saya lebih TENANG dan boleh berSABAR dengan karenah anak-anak seramai 3 orang.Tahun 2015 ini melalui dugaan yang lebih mencabar tambahan pula mengandung anak ke4. Saya amat bersyukur Allah memberi ketenangan untuk menangani strees melalui KD kepada saya."
-Puan Zu-
"Alhamdulillah. Sebelum jumpa KD SPEECHLESS ni saya selalu bekerja dalam keadaan STRESS lebih2 lagi tgh MENGANDUNG. Byk benda nak fikir dan nak buat. Tapi selepas penggunaan KD SPEECHLESS ni, saya rasa lebih bertenaga, pergi keje XSTRESS, w/pun banyak keje nak settle tp buat dalam keadaan RELEX n ENJOY.
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah."
-Puan Nur-
==>> APA YANG SEBENARNYA DIGUNAKAN OLEH IBU-IBU INI? <<==
Memperkenalkan....KD SPEECHLESS SCENT dan AURA KD!
🌸Kd Speechless Scent adalah sejenis pati haruman yang menenangkan.
🌸Diperbuat daripada ekstrak bunga dan tumbuhan.
🌸Kd Speechless membantu:
✔menenangkan diri semasa STRESS
✔mengawal EMOSI IBU DAN ANAK
✔meredakan ragam anak
✔memudahkan tidur lena
✔anak lasak untuk tenang
✔meredakan batuk
✔mengurangkan selesema
✔meredakan demam
>> Aura KD adalah semburan yang digunakan untuk memberi aura positif pada diri dan kawasan sekitar
🌸Digunakan ketika
✔mood negatif
✔demam panas
✔baran
✔gugup
✔stress
✔ketakutan dll
>>> INGIN BERUBAH MENJADI TENANG UNTUK MELAYANI KARENAH ANAK-ANAK? <<<
📱Whatsapp ke 60168495982
📱Whatsapp ke 60168495982
📱Whatsapp ke 60168495982
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...